Insan Medika dan Yayasan Pita Kuning Bahas Trauma Medis Anak Pejuang Kanker

Oleh Arizal
Direview oleh Dokter
8 Juli 2026
3 menit baca Menit Baca
Insan Medika dan Yayasan Pita Kuning Bahas Trauma Medis Anak Pejuang Kanker

Proses pengobatan kanker dapat meninggalkan pengalaman yang berbeda bagi setiap anak. Di balik terapi yang harus dijalani, perubahan pada tubuh dan rasa takut terhadap tindakan medis juga menjadi bagian yang perlu dihadapi anak bersama keluarga.

Topik tersebut diangkat Insan Medika dan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia melalui live talk show bertajuk “Senyum Pejuang Kecil: Menghadapi Perubahan Fisik dan Trauma Medis pada Anak Pejuang Kanker”, Rabu, 8 Juli 2026. Siaran berlangsung selama 45 menit melalui Instagram dari Kantor Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, Jakarta Selatan.

Dipandu oleh Anis Fatur Rosidah, diskusi menghadirkan Tyas Amalia Handayani, Ketua Yayasan Pita Kuning, dan Ns. Tegar Bella Samudera, S. Kep, Perawat Senior Insan Medika. Keduanya berbagi wawasan dari sisi pendampingan anak pejuang kanker serta perawatan kesehatan di rumah.

Saat Pengobatan Mengubah Keseharian Anak

Perubahan yang dialami anak selama terapi tidak selalu mudah diterima. Kondisi tubuh yang berbeda dari sebelumnya dapat memengaruhi kepercayaan diri, sementara rutinitas pengobatan menghadirkan pengalaman baru yang belum tentu dipahami anak.

Dalam diskusi, keluarga diajak untuk lebih peka terhadap cara anak merespons perubahan tersebut. Mendengarkan dan memberi ruang bagi anak untuk menunjukkan perasaannya menjadi bagian dari pendampingan selama masa pengobatan.

Baca juga: Insan Medika Hadirkan Kebersamaan dan Kepedulian Sosial melalui CSR Ramadhan

Takut Jarum, Haruskah Anak Terus Dibujuk?

Rasa takut terhadap tindakan medis menjadi salah satu bahasan yang menarik dalam sesi ini. Pengalaman berulang selama pengobatan dapat membuat anak cemas bahkan sebelum tindakan dimulai.

Cara orang dewasa merespons penolakan anak pun ikut menjadi perhatian. Sebab, niat untuk menenangkan tidak selalu berhasil jika pendekatan yang digunakan justru membuat anak merasa semakin terdesak.

Membangun Rasa Aman Sebelum Perawatan

Dari sisi keperawatan, komunikasi terapeutik menjadi salah satu pendekatan yang dibahas. Interaksi dengan anak perlu dibangun secara bertahap agar kehadiran tenaga kesehatan dapat diterima dengan lebih nyaman.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan saat mendampingi anak meliputi:

  • mengenali respons anak sebelum tindakan dilakukan;
  • memilih bahasa yang mudah dipahami sesuai usianya;
  • membangun kepercayaan tanpa terburu-buru;
  • membuat suasana perawatan di rumah terasa lebih bersahabat.

Bagi perawat homecare, pendekatan komunikasi menjadi bagian penting dalam mendampingi pasien anak, terutama ketika pengalaman medis sebelumnya telah menimbulkan rasa takut.

Baca juga: Insan Medika Perluas Edukasi Kesehatan Melalui Program Live Talk Show

Sepulang Kemoterapi, Tantangan Belum Selesai

Mual dan menurunnya keinginan makan setelah terapi juga dibicarakan dalam live talk show. Kondisi ini kerap membuat keluarga khawatir, terutama ketika anak mulai sulit menerima makanan.

Alih-alih menambah tekanan, keluarga perlu memahami kondisi anak dan mencari cara pendampingan yang lebih nyaman. Suasana rumah yang menyenangkan, kesempatan bermain, serta interaksi positif turut menjadi bagian dari pembahasan sebelum acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama audiens.

Melalui kolaborasi ini, Insan Medika dan Yayasan Pita Kuning menghadirkan edukasi yang melihat kebutuhan anak pejuang kanker dari sisi perawatan sekaligus pengalaman emosionalnya.

Rekaman live talk show dapat disaksikan kembali melalui Reels Instagram Insan Medika dan Yayasan Pita Kuning.

Butuh Layanan Home Care?

Konsultasikan kebutuhan perawatan Anda dengan tim medis kami secara gratis.

Mulai Konsultasi

Copyright © 2026 PT Insan Medika Persada. All rights reserved.