Banyak keluarga mengira perawatan pasien bedrest di rumah cukup dilakukan dengan memastikan pasien beristirahat di tempat tidur hingga kondisinya membaik. Padahal, berbaring terlalu lama tanpa perawatan yang tepat justru dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi yang dapat memperlambat proses pemulihan.
Agar hal tersebut tidak terjadi, keluarga perlu memahami langkah-langkah perawatan yang dapat membantu menjaga kenyamanan pasien sekaligus mengurangi risiko komplikasi selama menjalani bedrest. Simak penjelasannya berikut ini.
Apa yang Dimaksud dengan Pasien Bedrest?
Pasien bedrest adalah pasien yang harus membatasi aktivitas dan menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat tidur. Bedrest dapat bersifat sementara, misalnya setelah menjalani operasi, maupun dalam jangka waktu yang lebih lama akibat kondisi kesehatan tertentu.
Meskipun lebih banyak berbaring, pasien bedrest tetap membutuhkan perawatan yang aktif. Jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat, terlalu lama berbaring dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai komplikasi yang menghambat proses pemulihan pasien.
Siapa Saja yang Berisiko Menjalani Bedrest?

Tidak semua pasien yang sakit harus menjalani bedrest. Namun, kondisi berikut umumnya membuat pasien perlu beristirahat di tempat tidur dalam jangka waktu tertentu.
Pascaoperasi
Setelah menjalani operasi tertentu, pasien memerlukan waktu untuk memulihkan kondisi tubuh. Selama masa ini, aktivitas fisik biasanya dibatasi agar proses penyembuhan berjalan dengan baik dan risiko komplikasi dapat dikurangi.
Pasien Stroke
Stroke dapat menyebabkan kelemahan otot atau kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh. Akibatnya, pasien membutuhkan bantuan saat bergerak dan melakukan aktivitas sehari-hari hingga menjalani proses rehabilitasi.
Cedera atau Patah Tulang
Cedera pada tulang atau sendi sering kali mengharuskan pasien membatasi pergerakan agar bagian tubuh yang mengalami cedera dapat pulih dengan optimal.
Penyakit Kronis
Beberapa penyakit kronis dapat menyebabkan pasien mudah lelah dan mengalami penurunan kemampuan bergerak. Pada kondisi tertentu, pasien membutuhkan pendampingan selama menjalani aktivitas sehari-hari di rumah.
Komplikasi yang Dapat Terjadi jika Perawatan Tidak Tepat
Luka Tekan (Dekubitus)
Salah satu komplikasi yang sering dialami pasien bedrest adalah luka tekan atau dekubitus. Tekanan yang terus-menerus pada area tubuh tertentu dapat menghambat aliran darah dan menyebabkan kerusakan jaringan. Kondisi ini sering muncul pada tumit, bokong, pinggul, dan punggung.
Penurunan Kekuatan Otot
Kurangnya aktivitas membuat otot melemah secara bertahap. Akibatnya, pasien akan semakin sulit bergerak ketika mulai menjalani proses pemulihan.
Kekakuan Sendi
Berbaring dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan sendi menjadi kaku sehingga ruang gerak pasien menjadi semakin terbatas.
Gangguan Sirkulasi Darah
Berbaring terlalu lama juga dapat memperlambat aliran darah. Karena itu, penting bagi pasien untuk melakukan mobilisasi sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Risiko Infeksi
Kebersihan tubuh yang kurang terjaga, terutama pada pasien yang menggunakan popok atau memiliki luka, dapat meningkatkan risiko infeksi apabila tidak ditangani dengan baik.
Baca juga: Cara Mencegah Luka Baring pada Pasien Bed Rest agar Tidak Semakin Parah
Cara Perawatan Pasien Bedrest di Rumah untuk Cegah Komplikasi
Ubah Posisi Tubuh Secara Berkala
Mengubah posisi tubuh pasien secara berkala membantu mengurangi tekanan pada satu area tubuh sehingga menjadi salah satu cara paling efektif untuk mencegah dekubitus.
Jaga Kebersihan Tubuh dan Tempat Tidur
Pastikan tubuh pasien tetap bersih dan kering. Ganti seprai, pakaian, atau popok pasien secara rutin agar kulit tidak lembap dan risiko infeksi dapat diminimalkan.
Perhatikan Kondisi Kulit Setiap Hari
Periksa area tubuh pasien yang sering menerima tekanan. Apabila muncul kemerahan, lecet, atau luka, segera konsultasikan kepada tenaga kesehatan agar tidak berkembang menjadi luka yang lebih serius.
Penuhi Kebutuhan Nutrisi dan Cairan
Asupan makanan bergizi dan cairan yang cukup membantu menjaga daya tahan tubuh serta mempercepat proses penyembuhan jaringan.
Lakukan Mobilisasi Sesuai Kondisi Pasien
Bedrest bukan berarti pasien tidak boleh bergerak sama sekali. Mobilisasi pasien tetap diperlukan sesuai anjuran dokter atau fisioterapis agar kekuatan otot dan fungsi sendi tetap terjaga.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Merawat Pasien Bedrest
Beberapa kebiasaan berikut dapat meningkatkan risiko komplikasi selama pasien menjalani bedrest.
- Membiarkan pasien berada dalam posisi yang sama terlalu lama.
- Menganggap pasien tidak boleh bergerak sama sekali.
- Tidak memeriksa kondisi kulit secara rutin.
- Mengabaikan kebutuhan nutrisi dan cairan pasien.
- Menunda berkonsultasi ketika muncul tanda awal luka tekan.
- Mengangkat atau memindahkan pasien dengan cara yang kurang tepat.
Dengan menghindari kesalahan tersebut, risiko komplikasi selama masa perawatan dapat dikurangi.
Kapan Pasien Bedrest Membutuhkan Home Care?
Merawat pasien bedrest di rumah membutuhkan waktu, tenaga, dan perhatian yang tidak sedikit. Pada kondisi tertentu, layanan home care dapat menjadi pilihan untuk membantu proses perawatan pasien di rumah.
Home care dapat dipertimbangkan apabila:
- Pasien membutuhkan bantuan untuk makan, mandi, berpakaian, menggunakan toilet, atau berpindah tempat setiap hari.
- Keluarga tidak dapat mendampingi sepanjang hari karena bekerja atau memiliki tanggung jawab lain.
- Pasien memerlukan bantuan mobilisasi secara rutin.
- Pasien memiliki risiko tinggi mengalami luka tekan (dekubitus) atau komplikasi lainnya.
- Keluarga membutuhkan pendampingan agar proses perawatan di rumah berjalan lebih optimal.
Perawatan Pasien Bedrest di Rumah Bersama Insan Medika
Insan Medika menyediakan layanan perawatan pasien bedrest di rumah yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien. Sebelum memulai perawatan, pasien akan menjalani asesmen terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi kesehatan, tingkat kemandirian, serta kebutuhan perawatan yang diperlukan. Hasil asesmen ini kemudian menjadi dasar bagi Case Manager dan Medical Advisor Insan Medika dalam menyusun Care Plan yang sesuai.
Tidak hanya menyediakan layanan perawatan di rumah, Insan Medika juga melengkapi kebutuhan pasien melalui layanan sewa dan pembelian alat kesehatan. Berbagai kebutuhan, seperti tempat tidur pasien, kasur antidekubitus, kursi roda, hingga alat kesehatan lainnya dapat disesuaikan dengan kondisi pasien.
Melalui sistem IMCIS™ (Insan Medika Care Intelligence System), setiap aktivitas perawatan dan perkembangan kondisi pasien akan terdokumentasi secara berkala. Sistem ini membantu keluarga memantau proses perawatan dengan lebih mudah sekaligus memungkinkan tim Insan Medika melakukan monitoring dan evaluasi agar Care Plan dapat disesuaikan apabila kondisi pasien mengalami perubahan.




