Insan Medika menjajaki potensi kerja sama bersama International Organization for Migration (IOM) melalui program On the Job Training (OJT) dan pelatihan caregiver bagi refugee. Pertemuan ini membahas peluang bagi peserta untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam pendampingan lansia sekaligus menyesuaikan kemampuan mereka dengan standar layanan Insan Medika.
Pertemuan tersebut berlangsung pada 10 September 2026 di kantor Insan Medika Jakarta. Insan Medika dan IOM membahas profil peserta, kesiapan kompetensi, skema OJT, serta langkah yang perlu dilakukan sebelum program berjalan.
Membuka Kesempatan Praktik bagi Caregiver Refugee
IOM menyampaikan bahwa terdapat 92 refugee yang telah memiliki dasar kompetensi caregiver. Para peserta sebelumnya telah mengikuti pelatihan di bidang pendampingan dan sebagian telah memiliki Sertifikat BNSP Caregiver serta sertifikat pengalaman praktik.
Bekal tersebut menjadi dasar untuk menjajaki OJT bersama Insan Medika. Melalui program ini, peserta tidak diarahkan untuk menjadi tenaga kerja permanen, tetapi mendapat kesempatan untuk menambah pengalaman melalui pendampingan lansia secara langsung.
Pengalaman di lapangan dapat membantu peserta menerapkan kemampuan yang telah mereka pelajari selama pelatihan. Mereka juga dapat mengenal kebutuhan pasien secara lebih dekat dan memahami cara memberikan pendampingan dalam kondisi yang nyata.
Agar proses tersebut tetap sesuai dengan kebutuhan layanan, Insan Medika perlu memastikan kemampuan peserta sejalan dengan standar yang berlaku. IOM pun membuka peluang untuk memberikan pelatihan ulang apabila peserta membutuhkan penyesuaian kompetensi sebelum mengikuti OJT.
Menyesuaikan Kompetensi dengan Standar Insan Medika
Penyesuaian kemampuan menjadi bagian penting dalam rencana OJT. Peserta nantinya perlu memahami cara kerja dan standar pendampingan yang digunakan Insan Medika sebelum terlibat dalam layanan secara langsung.
Jika program mendapat kesepakatan dari kedua pihak, peserta dapat mengikuti OJT dengan mengacu pada care plan Insan Medika. Melalui pola tersebut, mereka dapat mempraktikkan keterampilan caregiver sekaligus belajar menyesuaikannya dengan kebutuhan setiap pasien.
IOM mengusulkan pelaksanaan OJT hingga maksimal dua bulan sebagai bagian dari kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan pengalaman kerja secara langsung. Selama proses tersebut, evaluasi juga dapat dilakukan untuk melihat perkembangan dan kemampuan peserta.
Kedua pihak turut membahas kemungkinan pemberian sertifikat setelah peserta menyelesaikan OJT. Bentuk evaluasi dan sertifikat tersebut masih akan dibicarakan lebih lanjut sesuai dengan mekanisme program yang nantinya disepakati.
Menyiapkan Tahap Lanjutan Kerja Sama

Sebelum program berjalan, Insan Medika akan melakukan peninjauan dan penilaian secara langsung terhadap calon peserta. Langkah ini diperlukan untuk melihat kemampuan mereka sekaligus memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan pendampingan pasien.
Hasil penilaian tersebut kemudian dapat menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan pembekalan dan bentuk OJT yang sesuai. Insan Medika dan IOM juga dapat menggunakan hasil tersebut untuk membahas peluang kerja sama lebih lanjut.
Penjajakan ini membuka kesempatan bagi caregiver refugee untuk mendapatkan pengalaman pendampingan lansia secara langsung. Di sisi lain, Insan Medika dapat melihat peluang pengembangan kerja sama dalam bidang pelatihan dan pendampingan kesehatan dengan tetap mengikuti standar layanan yang berlaku.
Pembahasan bersama IOM selanjutnya akan berfokus pada hasil penilaian calon peserta dan kesiapan program sebelum menentukan bentuk kerja sama yang dapat dijalankan.






