Panduan Orang Tua untuk Jelaskan Aksi Terorisme ke Anak

Aksi terorisme dan pemboman di Surabaya bukanlah yang pertama kali terjadi. 

Sebelumnya, aksi dan teror bom juga pernah menggegerkan beberapa kota di Indonesia. Ramainya pemberitaan terkait aksi terorisme dan juga ledakan bom yang ramai di pemberitaan media sampai media sosial pun tak ayal membuat anak-anak pun terpapar informasi soal aksi terorisme ini. 

Sebagai orang tua, Anda mungkin bingung ketika dihadapkan pada pertanyaan anak soal apa itu terorisme. 

Satu hal yang harus diingat adalah memberi penjelasan singkat, tepat, dan sesuai usia anak. 

Mengutip laman resmi Sahabat Anak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, berikut beberapa panduan dan langkah untuk bicara pada anak soal kejahatan terorisme. 

1. Cari tahu apa yang mereka pahami soal terorisme. Setelah paham sejauh apa anak mengerti soal teror tersebut, ajak mereka untuk membahas singkat tentang apa yang terjadi saat ini. Penjelasan ini harus meliputi hal-hal yang sudah terkonfirmasi kebenarannya dan ajak anak untuk menghindari berbagai hal yang berbau spekulasi. 

2. Saat menonton berbagai tayangan televisi dan media sosial terkait kasus bom, cegah anak untuk melihat berbagai gambar korban dan juga adegan mengerikan lainnya, khususnya untuk anak di bawah 12 tahun. 

3. Meski tak langsung melihat atau mengalami, trauma atau ketakutan bisa saja dialami anak lewat mendengar cerita atau melihat tayangan korban. Identifikasi rasa takut anak yang mungkin berlebihan. Jelaskan bahwa kejahatan terorisme dan teror ledakan bom jarang terjadi, namun kewaspadaan tetap diperlukan. 

4. Bantu anak untuk mengungkapkan perasaan terhadap tragedi yang tengah terjadi. Bila ada rasa marah, arahkan pada sasaran yang tepat yaitu si pelaku kejahatan, bukan pada golongan tertentu berdasarkan prasangka tak beralasan. 

5. Meskipun ancaman bom masih meneror, namun ajak anak untuk tetap beraktivitas normal. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa nyaman serta tak tunduk pada tujuan teroris untuk mengganggu kehidupan. Utamakan kebersamaan dan komunikasi rutin untuk mendukung anak. 

6. Jangan hanya fokuskan informasi Anda kepada masalah yang terjadi, korban, dan ancaman. Namun ajak anak untuk berdiskusi dan mengapresiasi kinerja polisi, TNI, sampai petugas kesehatan yang bersatu untuk melayani, melindungi, dan membantu masyarakat saat terjadi tragedi.

Insan Medika merupakan provider homecare dan caregiver terbaik dan terpercaya. Segera temukan perawat professional pilihan Insan Medika dengan mengunjungi website kami.

Tag: articles

Chintya