Sering Begadang ? ini Efek Buruknya

Begadang di Era sekarang bukanlah hal yang aneh lagi, seperti bagi para pekerja shift malam, atau kebutuhan sosial bagi para sosialita yang ingin bergaul.Banyak orang yang masih sangat sibuk dan aktif di malam hari, hingga mereka tidak punya cukup waktu tidur karena esok paginya harus menjalani rutinitas lagi.

Pada saat manusia tidur, tubuh memperbaiki kondisi fisik dan mental. Khususnya pada usia remaja, tidur adalah saat di mana tubuh melepas hormon pertumbuhan. Hormon inilah yang akan membangun massa otot serta memperbaiki jaringan sel yang rusak.

Berikut adalah beberapa efek buruk dari begadang : 

1. Menurunkan kemampuan berpikir

Kurang tidur dapat mengurangi daya nalar, kemampuan memecahkan masalah, dan konsentrasi. Kemampuan memperhatikan sesuatu serta tingkat kewaspadaan juga akan mengalami penurunan. Hal ini akan berakibat pada kecenderungan untuk sulit mengingat sesuatu yang sudah dilakukan atau dipelajari sebelumnya, serta sulit untuk belajar secara efisien.

2. Menurunkan libido

Libido yang menurun adalah salah satu efek begadang. Ketika kurang tidur, tubuh menjadi kelelahan, mengantuk, energi menjadi cepat habis, meningkatkan ketegangan, dan pada akhirnya menjadi kurang berminat kepada seks. Sebuah studi juga menunjukkan bahwa pria yang menderita sleep apnea memiliki kadar testosteron yang rendah.

3. Kulit tampak lebih tua

Berkebalikan dengan hormon pertumbuhan yang dilepas dalam jumlah sedikit ketika bergadang, kurang tidur akan memungkinkan kortisol (sebuah hormon stres) mengalami pelepasan yang lebih banyak dibanding keadaan normal. Hormon ini bersifat memecah kolagen pada kulit, padahal kolagen adalah protein yang bekerja dalam menghaluskan kulit dan menjadikannya elastis.

4. Menjadi Pelupa

Saat tidur, otak akan mengalami proses “sharp wave ripples” yang berguna untuk memperkuat ingatan. Proses ini juga akan memindahkan ingatan dan memori ke bagian neokorteks di otak yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan memori jangka panjang. Bergadang akan menghambat semua proses ini dan meningkatkan rasa mengantuk, maka pada akhirnya Anda menjadi pelupa.

5. Depresi

Kebanyakan orang yang didiagnosis mengalami depresi dan kecemasan adalah mereka yang tidur kurang dari enam jam di malam hari. Tidak hanya kekurangan tidur, gangguan tidur pun dapat mengarah ke insomnia yang sangat berkaitan dengan kondisi depresi.

Tag: articles

arif